Haberdenizli – Hamas Konfirmasi Kematian Petinggi Militer Sinwar Kelompok pejuang Palestina Hamas pada Sabtu (30/8/2025) secara resmi mengonfirmasi kematian pimpinan militernya, Mohammad Sinwar. Pengumuman ini menjadi titik terang setelah berbulan-bulan spekulasi mengenai nasib tokoh penting Hamas tersebut.
Konfirmasi ini muncul beberapa bulan setelah Israel menyatakan telah menewaskan Sinwar dalam serangan udara di Gaza. Pada Mei lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut Sinwar terbunuh bersama sejumlah petinggi Hamas. Namun, pernyataan itu tidak diikuti pengakuan dari Hamas sehingga menimbulkan keraguan di berbagai pihak.
“Baca Juga: Kebakaran Hebat di Kemang Jaksel, 1 Warga Jadi Korban”
“Setelah proses verifikasi internal, kami dengan berat hati mengumumkan komandan Mohammad Sinwar telah gugur syahid,” ujar pernyataan resmi Hamas, Sabtu (30/8). Pernyataan ini segera memicu reaksi luas di kalangan pendukung Hamas dan komunitas internasional.
Pengamat menilai, kematian Sinwar dapat memengaruhi dinamika konflik di Gaza. Sebagai salah satu arsitek strategi militer Hamas, kepergiannya meninggalkan kekosongan besar dalam struktur kepemimpinan. Sementara Israel menilai konfirmasi ini sebagai bukti keberhasilan operasi militernya, pihak Hamas justru menekankan bahwa perjuangan tidak akan berhenti.
Dengan konfirmasi resmi ini, perhatian dunia kembali tertuju pada Gaza. Banyak pihak menilai langkah selanjutnya Hamas akan menentukan arah konflik ke depan. Situasi di kawasan diperkirakan tetap memanas, sementara peluang perundingan damai masih sulit tercapai.
Hamas Konfirmasi Kematian Mohammad Sinwar, Kepemimpinan Beralih ke Izz al-Din Haddad
Hamas Konfirmasi Kematian Petinggi Militer Sinwar Kelompok Hamas resmi mengonfirmasi kematian Mohammad Sinwar, pimpinan militer di Gaza, pada Sabtu (30/8/2025). Meskipun tidak memberikan detail mengenai waktu dan lokasi, Hamas menyebut Sinwar sebagai martir. Pernyataan tersebut disertai publikasi foto dirinya bersama para pemimpin Hamas lain sebagai bentuk penghormatan.
Mohammad Sinwar merupakan adik Yahya Sinwar, tokoh penting di balik serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang berkepanjangan di Gaza. Setelah Yahya gugur dalam bentrokan dengan pasukan Israel pada Oktober 2024, Mohammad naik menggantikan posisi saudaranya di jajaran elit Hamas. Perannya dipandang strategis karena melanjutkan kepemimpinan keluarga Sinwar yang berpengaruh besar dalam struktur organisasi kelompok tersebut.
“Baca Juga: Spesifikasi Rantis Rimueng Brimob, Berat 14 Ton”
Kini, kendali sayap bersenjata Hamas diperkirakan beralih ke Izz al-Din Haddad, salah satu rekan dekat Sinwar. Haddad sebelumnya bertanggung jawab atas operasi militer di Gaza utara. Dengan posisinya yang baru, ia diproyeksikan mengendalikan keseluruhan operasi militer Hamas di wilayah kantong Gaza. Pergeseran ini menandai perubahan signifikan dalam strategi dan arah kepemimpinan militer Hamas.
Menurut analisis sejumlah pakar Timur Tengah, kematian Mohammad Sinwar berpotensi menciptakan kekosongan sementara di tubuh Hamas. Namun, penunjukan Haddad dinilai bisa mempercepat konsolidasi struktur militer. Situasi ini juga terjadi di tengah meningkatnya eskalasi serangan Israel di Gaza, termasuk operasi darat dan udara yang menargetkan basis Hamas.
Dengan kematian dua bersaudara Sinwar dalam kurun dua tahun terakhir, Hamas menghadapi tantangan menjaga kesinambungan kepemimpinan militer sekaligus mempertahankan dukungan politik internal maupun eksternal. Ke depan, posisi Haddad akan sangat menentukan apakah Hamas mampu mempertahankan pengaruhnya di Gaza dan merespons tekanan dari Israel.





Leave a Reply