Haberdenizli – Iran meningkatkan kemampuan angkatan bersenjatanya secara signifikan setelah konflik 12 hari dengan Israel dan Amerika Serikat bulan lalu. Langkah ini menandai ekspansi militer besar-besaran yang dilakukan sebagai respons terhadap situasi geopolitik terbaru. Pemerintah Iran menegaskan bahwa mereka siap menghadapi ancaman militer dari negara mana pun, bahkan jika harus berperang hingga satu dekade ke depan.
Pejabat tinggi angkatan bersenjata Iran menyampaikan kesiapan negara tersebut untuk perang jangka panjang. Anggota parlemen Iran juga telah menyetujui garis besar rancangan undang-undang yang bertujuan memperkuat kesiapan militer nasional. Rancangan ini mencakup peningkatan anggaran pertahanan demi mengantisipasi ancaman nyata dari Israel dan AS.
“Baca Juga: Maling Tertangkap Warga, Diikat di Tiang dan Motor Dibakar”
Dalam sebuah wawancara televisi, Menteri Pertahanan Iran, Mohammad Reza Ashtiani, menegaskan bahwa Iran keluar dari konflik terbaru dengan kerugian minimal. Ashtiani menekankan pentingnya moral sebagai kunci kemenangan dalam peperangan. Ia juga menyatakan bahwa kekuatan mental dan semangat juang bangsa Iran menjadi faktor utama dalam menghadapi tantangan militer. “Musuh-musuh kami tidak memiliki kemauan kuat untuk berperang,” ujar Ashtiani di siaran televisi pemerintah.
Dukungan parlemen terhadap ekspansi anggaran pertahanan menegaskan keseriusan Iran untuk menghadapi berbagai ancaman di kawasan. Pemerintah Iran ingin memastikan angkatan bersenjata tetap siaga dan mampu merespons segala bentuk provokasi.
Keputusan Iran untuk memperkuat militernya menandai babak baru dalam dinamika keamanan regional. Penguatan pertahanan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas nasional dan mengirim sinyal kuat kepada pihak-pihak yang berpotensi mengancam kedaulatan Iran.
Iran Percaya Diri dengan Moral dan Kesiapan Rudal Hadapi Ancaman Israel-AS
Menteri Pertahanan menegaskan bahwa moral pasukan adalah kunci utama dalam setiap pertempuran. Ia menyatakan moral merupakan tiga perempat dari kemenangan, bukan hanya soal kekuatan fisik. Menurutnya, angkatan bersenjata kini berpengalaman, terlatih dengan baik, dan dilengkapi sistem persenjataan modern. “Mereka mungkin memiliki peralatan, tetapi mereka tidak memiliki kemauan,” ujar sang menteri. Pernyataan itu jelas ditujukan kepada Amerika Serikat dan Israel yang kerap dianggap musuh utama .
Ashtiani juga menggambarkan pasukan Iran sebagai militer yang siap secara psikologis untuk menghadapi konfrontasi jangka panjang. Mereka dinilai mampu bertahan dalam situasi paling sulit sekalipun, termasuk jika harus berperang bertahun-tahun. Pemerintah pun terus memperkuat legalitas dan dukungan bagi militernya.
“Baca Juga: Eks Menteri Transportasi Rusia Tewas dengan Luka Tembak”
Pada Minggu, 13 Juli 2025, Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri menyetujui garis besar rancangan undang-undang untuk memperkuat angkatan bersenjata. RUU ini merupakan bagian dari respons tegas terhadap ancaman Israel dan sudah masuk tahap pembahasan di subkomite pertahanan. Rencana ini juga didukung oleh lonjakan anggaran pertahanan sebesar 200 persen yang diumumkan Oktober 2024 lalu. Dengan kenaikan ini, pengeluaran militer pada 2026 diproyeksikan mencapai USD 46 miliar.
Tak hanya itu, Mayor Jenderal Ebrahim Jabbari dari IRGC menegaskan bahwa memiliki persediaan rudal yang cukup untuk melancarkan serangan ke Israel selama dua tahun penuh tanpa henti. Kesiapan ini menunjukkan betapa serius dan percayanya dengan kekuatan militernya sendiri di tengah dinamika kawasan.





Leave a Reply