Israel Bajak Kapal Gaza, Greta Thunberg Ditahan

Israel Bajak Kapal Gaza, Greta Thunberg Ditahan

Haberdenizli – Bajak Kapal Gaza, Greta Thunberg Ditahan Pasukan sekutu membajak kapal kemanusiaan berbendera Inggris, Madleen, yang dioperasikan oleh Freedom Flotilla Coalition (FFC), saat kapal itu mendekati perairan Gaza. Aksi ini terjadi pada malam hari, Minggu (8/6/2025), sebelum kapal sempat mencapai pantai. Kapal itu membawa 12 awak, termasuk aktivis iklim asal Swedia Greta Thunberg dan anggota Parlemen Eropa dari Prancis, Rima Hassan.

Tujuan misi kapal ini adalah mengirimkan bantuan simbolis dan menarik perhatian dunia terhadap krisis kemanusiaan di Gaza. Namun, kapal langsung diambil alih oleh pasukan Israel dan dibawa ke pelabuhan yang tidak disebutkan namanya.

Israel Konfirmasi Penahanan, Sebut Penumpang Selamat

Kementerian Luar Negeri Israel Bajak mengonfirmasi bahwa kapal Madleen kini berada di bawah kendali mereka. Dalam pernyataannya di media sosial X, kementerian menyebut para penumpang sebagai “selebriti swafoto” dan memastikan mereka dalam keadaan selamat.

“Mereka diberi roti lapis dan air. Pertunjukan selesai,” tulis pernyataan tersebut dengan nada sinis. Israel juga mengatakan bahwa para awak akan dikembalikan ke negara asal masing-masing.

Sementara itu, akun resmi FFC di Instagram mengkritik tindakan Israel dan menyebutnya sebagai bentuk pelanggaran terhadap misi kemanusiaan damai yang mereka jalankan. Reaksi internasional pun mulai bermunculan atas insiden ini.

Israel Tahan Kapal Madleen di Perairan Internasional

Tentara menangkap awak kapal Madleen milik Freedom Flotilla Coalition (FFC) sekitar pukul 2 pagi di perairan internasional. Aktivis Prancis Rima Hassan membagikan momen penangkapan itu melalui platform X, lengkap dengan foto awak kapal yang mengenakan jaket pelampung dan duduk dengan tangan terangkat.

Kapal tersebut membawa bantuan simbolis seperti beras dan susu formula bayi untuk warga Gaza. Namun, misi itu dihentikan oleh militer Israel atas perintah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, yang menyebutnya sebagai propaganda pendukung Hamas.

Israel Anggap Misi Propaganda, Bantuan Akan Disalurkan Terpisah

Pemerintah Israel menyatakan bahwa mereka akan mengalihkan bantuan dari kapal ke Gaza melalui jalur kemanusiaan resmi. Mereka juga menyindir para aktivis sebagai “selebriti” dan menyatakan bahwa bantuan yang tidak dikonsumsi akan tetap dikirim ke Gaza.Blokade laut yang diberlakukan sejak Hamas menguasai Gaza tahun 2007 tetap aktif hingga kini. Konflik memuncak setelah serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan lebih dari 1.200 orang.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 54.000 warga Palestina tewas sejak kampanye militer dimulai. PBB menyatakan mayoritas dari 2 juta penduduk Gaza kini berada di ambang kelaparan.Pelapor khusus PBB Francesca Albanese mendukung misi FFC dan mendorong pelabuhan-pelabuhan di Mediterania untuk mengirim kapal bantuan lain sebagai bentuk solidaritas terhadap Gaza.

Sumber
Haberdenizli
Okezone.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *