Haberdenizli – Seorang remaja berusia 17 tahun melakukan penembakan massal di kawasan Times Square, New York, Amerika Serikat, pada Sabtu (9/8/2025) dini hari. Departemen Kepolisian New York (NYPD) menyatakan tiga orang menjadi korban, yakni perempuan 18 tahun, laki-laki 19 tahun, dan laki-laki 65 tahun. Ketiganya mengalami luka tembak namun dilaporkan dalam kondisi stabil di rumah sakit.
Pelaku berhasil ditangkap tak lama setelah kejadian. Polisi juga menyita senjata api yang digunakan. Penembakan terjadi sekitar pukul 01.20 ET (05.20 GMT) setelah pertengkaran mulut antara pelaku dan salah satu korban. Hingga kini, belum dipastikan apakah pelaku mengenal para korban sebelum kejadian. “Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap motif penembakan,” ujar juru bicara NYPD.
“Baca Juga: Pria 22 Tahun Tewas Ditusuk 16 Kali dan Ditembak”
Times Square dikenal sebagai salah satu destinasi wisata paling ramai di dunia, dengan kunjungan rata-rata 330.000 orang per hari menurut data Times Square Alliance. Insiden kekerasan bersenjata di kawasan ini jarang terjadi, namun ketika terjadi, biasanya menarik perhatian internasional karena tingginya tingkat keamanan di wilayah tersebut.
Penembakan di Times Square Terjadi Sepekan Usai Insiden Mematikan di Manhattan
Penembakan massal kembali mengguncang New York, kali ini di kawasan ikonik Times Square pada Sabtu (9/8/2025) dini hari. Seorang remaja 17 tahun melepaskan tembakan yang melukai tiga orang setelah terlibat pertengkaran mulut dengan salah satu korban. Korban terdiri dari perempuan 18 tahun, laki-laki 19 tahun, dan laki-laki 65 tahun. Ketiganya menderita luka tembak namun berada dalam kondisi stabil di rumah sakit.
Departemen Kepolisian New York (NYPD) menyatakan pelaku berhasil ditangkap tidak lama setelah kejadian. Polisi juga menyita senjata api yang digunakan. “Kami masih mendalami motif penembakan serta kemungkinan hubungan antara pelaku dan korban,” ujar juru bicara NYPD.
“Baca Juga: Krisis Pangan di Gaza, Warga Kelaparan hingga Meninggal”
Insiden ini terjadi hanya sepekan setelah penembakan di gedung perkantoran Manhattan pada Juli 2025 yang menewaskan empat orang, termasuk eksekutif senior Blackstone dan seorang petugas NYPD. Peristiwa tersebut menambah daftar kasus kekerasan bersenjata yang mendapat sorotan publik luas.
Meski NYPD mencatat rekor terendah insiden penembakan dan jumlah korban dalam tujuh bulan pertama 2025, ancaman kekerasan bersenjata tetap tinggi. Data Gun Violence Archive menunjukkan lebih dari 650 insiden penembakan massal,





Leave a Reply