AS Bentuk Dewan Perdamaian Gaza, Ada Kushner

AS Bentuk Dewan Perdamaian Gaza, Ada Kushner

Haberdenizli – Gedung Putih secara resmi mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian Gaza serta struktur kepemimpinan Komite Nasional untuk Administrasi Gaza atau NCAG. Pengumuman ini disampaikan pada Jumat, 16 Januari 2026, sebagai bagian dari rencana 20 poin Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri perang genosida Israel di Jalur Gaza. Pemerintah Amerika Serikat menyebut langkah ini sebagai fase penting menuju stabilisasi pascakonflik. Fokus utama kebijakan ini adalah transisi dari konflik bersenjata menuju pemerintahan sipil, pemulihan layanan publik, dan rekonstruksi jangka panjang. Gedung Putih menekankan bahwa inisiatif ini dirancang untuk mendorong tata kelola teknokratis yang dinilai netral dan efektif.

“Baca Juga: Ancaman Jenderal Senior Iran ke Trump soal Invasi AS”

Dr. Ali Sha’ath Ditunjuk Pimpin Administrasi Gaza

Dalam pernyataan resminya, Gedung Putih mengonfirmasi bahwa NCAG akan dipimpin oleh Dr. Ali Sha’ath. Ia merupakan mantan wakil menteri Otoritas Palestina yang memiliki latar belakang teknokratis. Pemerintah Amerika Serikat menggambarkan Sha’ath sebagai pemimpin yang sangat dihormati. Tugas utamanya adalah mengawasi pemulihan layanan publik di Gaza. Selain itu, ia juga bertanggung jawab membangun kembali lembaga-lembaga sipil yang rusak akibat konflik. Stabilitas kehidupan sehari-hari warga Gaza menjadi prioritas utama NCAG. Sha’ath juga diberi mandat untuk meletakkan dasar pemerintahan jangka panjang. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan tata kelola sipil yang berfungsi.

Dewan Eksekutif Libatkan Tokoh Internasional

Gedung Putih turut mengumumkan pembentukan Dewan Eksekutif yang akan mendukung kerja Dewan Perdamaian. Dewan ini terdiri dari sejumlah tokoh internasional dan pejabat senior. Nama-nama yang diumumkan antara lain Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, utusan khusus Trump Steve Witkoff, serta menantu Trump Jared Kushner. Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair juga tercantum sebagai anggota. Selain itu, terdapat Menteri Negara Kerja Sama Internasional Uni Emirat Arab Reem Al-Hashimy, diplomat Qatar Ali Al-Thawadi, kepala intelijen Mesir Hassan Rashad, serta politisi Belanda Sigrid Kaag. Dewan Eksekutif ini akan dipimpin langsung oleh Presiden Donald Trump.

Struktur Pendukung dan Penunjukan Perwakilan Tinggi

Gedung Putih juga mengonfirmasi struktur pendukung tambahan. Dewan Eksekutif akan dibantu oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, miliarder Marc Rowan, Presiden Grup Bank Dunia Ajay Banga, dan penasihat politik Robert Gabriel. Mantan utusan PBB Nickolay Mladenov ditunjuk sebagai Perwakilan Tinggi untuk Gaza. Ia akan berperan sebagai penghubung antara Dewan Perdamaian dan NCAG. Di sisi keamanan, Mayor Jenderal Jasper Jeffers dipercaya memimpin Pasukan Stabilisasi Internasional atau ISF. Gedung Putih juga menunjuk Aryeh Lightstone dan Josh Gruenbaum sebagai penasihat senior untuk mengawasi strategi dan operasi harian.

“Baca Juga: Grok Perbaiki Fitur Edit Gambar AI Setelah Kritik”

Fase Kedua Gencatan Senjata dan Agenda Demiliterisasi

Pengumuman ini menyusul konfirmasi Steve Witkoff bahwa rencana gencatan senjata Gaza telah memasuki fase kedua. Fase ini mengalihkan fokus dari penghentian konflik menuju demiliterisasi dan rekonstruksi. Gencatan senjata yang mulai berlaku pada Oktober sebelumnya telah menghentikan perang genosida Israel. Kesepakatan tersebut memungkinkan penarikan sebagian pasukan Israel dan pertukaran tawanan. Bantuan kemanusiaan juga mulai masuk secara terbatas ke Gaza. Dalam fase kedua, agenda utama meliputi penarikan penuh pasukan Israel, pelucutan senjata Hamas, dan pengerahan pasukan internasional. Selain itu, pembentukan pemerintahan teknokratis sementara menjadi pilar utama. Gedung Putih menyatakan bahwa langkah ini diharapkan membuka jalan menuju stabilitas jangka panjang di Gaza.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *