Haberdenizli – Apple masih menghadapi kendala besar dalam pengembangan smart glasses pertamanya. Masalah utama terletak pada daya tahan baterai yang terbatas. Kacamata pintar yang hanya mampu bertahan beberapa jam jelas sulit digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Perangkat ini dirancang untuk terhubung dengan iPhone atau Mac, sehingga efisiensi energi menjadi aspek krusial. Apple berupaya menyeimbangkan performa dan konsumsi daya agar smart glasses tetap ringan dan nyaman dipakai.
“Baca Juga: LumaColor Image Diperkenalkan realme, Debut di 16 Pro Series”
Pilihan SoC Apple Watch S10 untuk Efisiensi Daya
Untuk menekan konsumsi energi, Apple diperkirakan menggunakan chip S10 dari lini Apple Watch. Chip ini memiliki performa cukup untuk mengelola pemrosesan kamera, perintah Siri, dan fitur AI saat terhubung ke iPhone. Meskipun performanya tidak sebanding dengan A19 atau A19 Pro, efisiensi daya S10 lebih unggul, sangat penting untuk perangkat yang baterainya di bawah 800 mAh. Pemilihan SiP dari Apple Watch membuat perangkat tetap ringan sekaligus mampu menangani kebutuhan dasar smart glasses.
Gambaran Performa dan Daya Tahan dari Apple Watch Ultra 3
Penggunaan S10 bisa dilihat dari kinerja Apple Watch Ultra 3. Smartwatch ini mampu bertahan hingga 42 jam dalam pemakaian normal dan hingga 72 jam dengan Low Power Mode aktif. Angka tersebut menunjukkan potensi S10 dalam mengelola daya lebih efisien dibanding SoC iPhone. Dengan kapasitas baterai yang jauh lebih kecil, Apple Glasses kemungkinan bisa menawarkan pengalaman pemakaian yang memadai sepanjang hari, meski tidak setara Vision Pro yang hanya bertahan sekitar tiga jam. Selain itu, efisiensi ini juga memungkinkan perangkat wearable baru mendukung fitur augmented reality ringan, notifikasi real-time, dan konektivitas yang stabil tanpa mengorbankan kenyamanan penggunaan harian.
Fitur dan Ketergantungan pada Perangkat Lain
Generasi awal Apple Glasses diperkirakan akan bergantung sepenuhnya pada koneksi ke iPhone atau Mac. Perangkat ini kemungkinan tidak dilengkapi layar mandiri, sehingga sebagian besar pemrosesan dan tampilan akan ditangani perangkat terhubung. Strategi ini membantu mengurangi beban daya dan menjaga ukuran serta berat kacamata tetap ringan. Pengguna dapat mengharapkan pengalaman augmented reality dasar dan integrasi Siri untuk navigasi serta kontrol perintah suara. Selain itu, dukungan ekosistem Apple memungkinkan Glasses berinteraksi mulus dengan aplikasi pesan, kalender, dan notifikasi, sehingga pengguna tetap produktif tanpa harus mengandalkan layar smartphone secara langsung. Teknologi ini juga membuka potensi pembaruan software yang terus meningkatkan fungsionalitas.
“Baca Juga: Chun Jae-soo Berencana Mundur Usai Dugaan Dana Gereja Unifikasi”
Prospek Generasi Berikut dan Target Peluncuran
Apple Glasses diperkirakan meluncur pada 2026, sementara generasi kedua direncanakan hadir pada 2027. Generasi berikutnya kemungkinan membawa sistem operasi yang dapat menyesuaikan fungsi sesuai perangkat terhubung. Apple menargetkan konsep lebih matang, termasuk integrasi lebih luas dengan iPhone, Mac, dan potensi layar internal. Langkah ini menunjukkan ambisi Apple untuk memadukan efisiensi daya, performa, dan pengalaman AR dalam ekosistemnya, sekaligus menyiapkan perangkat untuk penggunaan sehari-hari yang lebih praktis dan inovatif.





Leave a Reply