Redmi 17C Resmi Hadir, Andalkan Chip Helio G81

Redmi 17C Resmi Hadir, Andalkan Chip Helio G81

Haberdenizli – Xiaomi kembali meramaikan segmen smartphone terjangkau dengan meluncurkan Redmi 17C. Perangkat ini hadir sebagai penerus Redmi 15C yang sebelumnya menyasar pengguna dengan kebutuhan harian.

Meski membawa nama generasi baru, Redmi 17C justru mengalami penyesuaian spesifikasi di sejumlah sektor. Beberapa fitur yang tersedia pada pendahulunya tidak lagi dipertahankan pada model terbaru ini.

Xiaomi tetap mempertahankan chipset MediaTek Helio G81 sebagai dapur pacu utama. Namun, sejumlah komponen lain mengalami pengurangan untuk menekan biaya produksi.

“Baca Juga: Nubia Air Pro Hadir dengan Desain Tipis dan Dimensity 7100″

Perubahan tersebut mencakup sektor layar, kamera, memori, penyimpanan, hingga fitur tambahan. Kondisi ini membuat Redmi 17C tampil berbeda dibandingkan pendahulunya.

Meski demikian, perangkat ini tetap ditujukan bagi pengguna yang mencari smartphone dengan harga terjangkau untuk kebutuhan sehari-hari.

Layar dan Konfigurasi Memori Mengalami Penyesuaian

Redmi 17C dibekali layar IPS LCD berukuran 6,8 inci. Ukurannya sedikit lebih kecil dibandingkan Redmi 15C, tetapi masih mempertahankan resolusi HD+ dan refresh rate 120Hz.

Pada model terbaru ini, Xiaomi tidak lagi mencantumkan perlindungan Gorilla Glass 3 pada spesifikasi resmi. Informasi tersebut menjadi salah satu perbedaan dibandingkan generasi sebelumnya.

Perubahan lain terlihat pada konfigurasi memori. Redmi 17C hanya tersedia dalam pilihan RAM 4GB dengan penyimpanan internal 64GB atau 128GB.

Pilihan tersebut lebih sederhana dibandingkan Redmi 15C yang menawarkan kapasitas RAM hingga 8GB dan penyimpanan internal sampai 256GB.

Meski kapasitasnya lebih kecil, Xiaomi tetap mempertahankan Helio G81 sebagai prosesor utama. Chipset tersebut masih ditujukan untuk menjalankan aktivitas harian dan penggunaan ringan.

Kelangkaan Memori Disebut Jadi Penyebab Pengurangan Spesifikasi

Pengurangan spesifikasi pada Redmi 17C disebut berkaitan dengan kondisi pasar komponen saat ini. Kelangkaan pasokan memori menjadi salah satu faktor yang memengaruhi strategi produsen smartphone.

Situasi tersebut tidak hanya dialami Xiaomi. Sejumlah merek lain juga mulai mengurangi kapasitas RAM dan penyimpanan pada perangkat tertentu agar harga jual tetap kompetitif.

Dengan biaya komponen yang meningkat, produsen harus melakukan penyesuaian pada berbagai aspek perangkat. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara harga dan biaya produksi.

Pada Redmi 17C, penyesuaian tidak hanya terjadi pada memori. Beberapa komponen lain juga mengalami perubahan dibandingkan model sebelumnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan rantai pasok masih memberikan dampak terhadap industri smartphone, khususnya pada segmen perangkat dengan harga terjangkau.

Kamera, Baterai, dan Fitur Pendukung Turut Dikurangi

Redmi 17C membawa kamera utama beresolusi 13MP dengan bukaan f/2.2. Resolusi tersebut lebih rendah dibandingkan Redmi 15C yang menggunakan kamera utama 50MP.

Untuk kebutuhan swafoto, Xiaomi menyematkan kamera depan 5MP. Pendahulunya diketahui menggunakan kamera depan beresolusi 8MP. Pada sektor daya, Redmi 17C dibekali baterai berkapasitas 5.160mAh. Smartphone ini juga mendukung teknologi pengisian cepat 18W.

Selain kamera, beberapa fitur pendukung juga tidak lagi tersedia. Redmi 17C tidak mencantumkan sertifikasi IP64 pada spesifikasi resminya. Perangkat ini juga tidak dibekali fitur NFC. Sementara itu, port USB Type-C 2.0 yang digunakan disebut tidak mendukung fungsi OTG.

Meski mengalami berbagai penyesuaian, Redmi 17C sudah menjalankan HyperOS 3 yang berbasis Android 16 sebagai sistem operasinya.

“Baca Juga: Distributor Jepang Sebut Steam Machine Langsung Sold Out”

Redmi 17C Dipasarkan Mulai Rp2 Jutaan di China

Xiaomi mulai memasarkan Redmi 17C di China dengan dua pilihan kapasitas penyimpanan. Varian 4GB RAM dan 64GB penyimpanan dijual seharga 799 yuan atau sekitar Rp2,1 jutaan.

Sementara itu, model dengan RAM 4GB dan penyimpanan internal 128GB dibanderol 899 yuan atau sekitar Rp2,3 jutaan. Harga tersebut menempatkan Redmi 17C pada segmen smartphone entry-level.

Xiaomi juga mengingatkan bahwa versi global kemungkinan memiliki beberapa perbedaan dibandingkan model yang dipasarkan di China. Meski begitu, sebagian besar spesifikasi diperkirakan tetap serupa.

Dengan berbagai penyesuaian yang dilakukan, Redmi 17C menawarkan pilihan baru bagi pengguna yang mengutamakan harga terjangkau. Namun, calon pembeli juga perlu mempertimbangkan sejumlah pengurangan spesifikasi dibandingkan Redmi 15C sebelum menentukan pilihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *