Accenture Ambil Alih Speedtest dan Downdetector

Accenture Ambil Alih Speedtest dan Downdetector

Haberdenizli –Perusahaan konsultan teknologi Accenture resmi mengumumkan akuisisi dua layanan internet populer, Speedtest dan Downdetector. Transaksi tersebut bernilai sekitar USD 1,2 miliar atau setara sekitar Rp20 triliun. Kedua layanan ini sebelumnya dimiliki oleh perusahaan media digital Ziff Davis melalui divisi konektivitasnya.

“Baca Juga: Ryzen AI 400 Desktop Debut dengan Arsitektur Zen 5″

Kesepakatan ini juga mencakup beberapa platform lain yang berada dalam portofolio yang sama. Di antaranya adalah Ekahau dan RootMetrics beserta seluruh aset terkait. Akuisisi tersebut menandai langkah strategis Accenture untuk memperluas kemampuan analisis jaringan berbasis data dalam skala global.

Speedtest dan Downdetector Jadi Bagian dari Strategi Network Intelligence

Setelah akuisisi selesai, Accenture berencana memanfaatkan data dari Ookla. Perusahaan ini merupakan pengembang utama di balik layanan Speedtest yang digunakan oleh jutaan pengguna di seluruh dunia. Data tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkuat layanan yang disebut sebagai network intelligence.

Melalui platform ini, Accenture ingin membantu berbagai organisasi dalam memantau kualitas jaringan secara lebih akurat. Target utamanya mencakup operator telekomunikasi, perusahaan teknologi, hingga berbagai sektor bisnis lain yang sangat bergantung pada konektivitas internet.

Data Jaringan Global Jadi Aset Penting bagi Accenture

Menurut Accenture, platform milik Ookla mengumpulkan data jaringan dalam skala sangat besar. Setiap pengujian jaringan dapat menghasilkan lebih dari seribu atribut data berbeda. Informasi tersebut mencakup berbagai aspek performa jaringan yang dapat dianalisis secara mendalam.

Selain itu, layanan Speedtest mencatat lebih dari 250 juta tes kecepatan internet setiap bulan. Pengujian tersebut berasal dari pengguna di berbagai negara di seluruh dunia. Operasi platform ini juga didukung oleh sekitar 430 tenaga ahli yang bekerja di bidang rekayasa perangkat lunak, radio frekuensi, dan ilmu data.

Ziff Davis Raih Keuntungan Besar dari Investasi Ookla

Bagi Ziff Davis, penjualan ini menjadi langkah bisnis yang sangat menguntungkan. Perusahaan tersebut pertama kali mengakuisisi Ookla pada tahun 2014. Saat itu nilai transaksi diperkirakan sekitar USD 15 juta atau sekitar Rp254 miliar.

Setelah lebih dari satu dekade, nilai bisnis tersebut meningkat sangat signifikan. Dengan penjualan ini, Ziff Davis memperoleh keuntungan besar dari investasi awalnya. Perusahaan tersebut kini berencana lebih fokus pada pengembangan bisnis media digital.

“Baca Juga: Britney Spears Ditahan Terkait Mengemudi Mabuk”

Layanan untuk Pengguna Umum Diperkirakan Tetap Gratis

Bagi pengguna umum, layanan Speedtest dan Downdetector kemungkinan tidak akan mengalami perubahan besar. Fungsi utama kedua platform tersebut diperkirakan tetap tersedia secara gratis seperti sebelumnya. Pengguna masih dapat melakukan tes kecepatan internet maupun memantau gangguan layanan secara real-time.

Meski demikian, Accenture kemungkinan akan menghadirkan inovasi baru pada platform tersebut. Fokus pengembangan diperkirakan lebih diarahkan pada layanan enterprise. Dengan memanfaatkan data jaringan global yang dimiliki Ookla, Accenture ingin menghadirkan solusi analitik jaringan yang lebih canggih bagi perusahaan dan operator telekomunikasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *