Haberdenizli – Setelah melalui proses pengembangan selama beberapa tahun, AOMedia akhirnya merilis spesifikasi final AV2 versi 1.0.0. Codec video generasi baru ini diposisikan sebagai penerus AV1 dan tetap mengusung konsep bebas royalti atau royalty-free.
Kehadiran AV2 menjadi langkah penting bagi industri video digital yang terus berkembang. Codec ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi distribusi video sekaligus mendukung berbagai format konten modern yang semakin populer.
“Baca Juga: Core 7 230H dan Core 5 205H Hadir Tanpa GPU Terintegrasi”
AOMedia mengembangkan AV2 dengan tujuan utama mengurangi kebutuhan bandwidth tanpa mengorbankan kualitas gambar. Dengan demikian, layanan streaming, siaran digital, hingga aplikasi real-time dapat menghadirkan pengalaman visual yang lebih baik.
Meski spesifikasi akhirnya telah selesai, perjalanan AV2 menuju perangkat konsumen diperkirakan masih membutuhkan waktu beberapa tahun. Namun, rampungnya standar ini menjadi fondasi penting bagi generasi teknologi video berikutnya.
AV2 Tawarkan Efisiensi Kompresi hingga 30 Persen Lebih Baik dari AV1
Pengembangan AV2 masih berfokus pada tujuan yang sama seperti pendahulunya, yaitu meningkatkan efisiensi kompresi video. Namun, kali ini peningkatan yang ditawarkan disebut jauh lebih signifikan.
AOMedia mengklaim AV2 mampu menghadirkan efisiensi kompresi sekitar 30 persen lebih baik dibandingkan AV1. Peningkatan tersebut terutama terasa pada video beresolusi tinggi seperti 4K dan 8K.
Selain itu, codec baru ini juga dirancang untuk mendukung berbagai format video modern, termasuk konten virtual reality atau VR. Dengan efisiensi yang lebih baik, video dapat dikirim menggunakan bitrate yang lebih rendah tanpa mengurangi kualitas gambar.
Sebaliknya, jika bitrate tetap dipertahankan, kualitas visual yang dihasilkan dapat meningkat dibandingkan codec generasi sebelumnya. Hal ini menjadi keuntungan penting bagi layanan streaming yang ingin meningkatkan kualitas tayangan tanpa menambah beban bandwidth.
Peningkatan efisiensi tersebut juga berpotensi membantu mengurangi biaya distribusi data. Penyedia layanan dapat menghemat penggunaan bandwidth sekaligus menghadirkan pengalaman menonton yang lebih baik bagi pengguna.
Dirancang untuk Streaming, Video Conference, hingga Konten VR
AV2 tidak hanya ditujukan untuk layanan streaming video konvensional. Codec ini dirancang agar dapat digunakan pada berbagai skenario yang kini semakin umum digunakan.
AOMedia menyebut AV2 mendukung kebutuhan streaming video, siaran televisi digital, hingga video conference yang berjalan secara real-time. Kemampuan tersebut membuat AV2 memiliki ruang penggunaan yang lebih luas dibandingkan codec sebelumnya.
Selain itu, codec ini juga mendukung konten augmented reality atau AR dan virtual reality. Keduanya merupakan kategori yang diperkirakan akan terus berkembang dalam beberapa tahun mendatang.
AV2 turut menghadirkan dukungan untuk split-screen dan screen content. Fitur tersebut penting untuk berbagai aplikasi seperti konferensi video, presentasi daring, maupun layanan berbagi layar.
Rentang kualitas visual yang lebih luas juga menjadi salah satu peningkatan yang dibawa codec baru ini. Dengan kemampuan tersebut, AV2 diharapkan mampu memenuhi kebutuhan berbagai jenis perangkat dan layanan digital.
Fleksibilitas inilah yang membuat AV2 dipandang sebagai salah satu standar video yang penting untuk masa depan industri multimedia.
Adopsi AV2 Diperkirakan Membutuhkan Waktu Beberapa Tahun
Meski spesifikasi finalnya telah diumumkan, pengguna kemungkinan belum akan menikmati AV2 dalam waktu dekat. Proses adopsi codec baru biasanya memerlukan waktu yang cukup panjang.
Pengalaman AV1 dapat menjadi gambaran mengenai hal tersebut. Spesifikasi AV1 selesai pada 2018, tetapi dukungan hardware decode baru mulai hadir secara luas sekitar 2020.
Sementara itu, dukungan hardware encoding AV1 baru benar-benar tersedia di berbagai perangkat pada 2022. Artinya, industri membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengintegrasikan codec baru ke dalam perangkat keras.
Jika mengikuti pola yang sama, AV2 kemungkinan baru akan mulai hadir di prosesor, GPU, dan perangkat konsumen beberapa tahun mendatang. Produsen chip dan perangkat perlu mengembangkan dukungan khusus agar codec tersebut dapat berjalan secara optimal.
Karena itu, AV1 diperkirakan masih akan menjadi standar utama dalam waktu yang cukup lama. Berbagai layanan streaming dan perangkat modern juga masih akan terus mengandalkan codec tersebut.
“Baca Juga: The Super Mario Galaxy Movie Raup Pendapatan Global $1 Miliar”
Rampungnya AV2 Jadi Langkah Penting untuk Masa Depan Video Digital
Walaupun adopsinya masih membutuhkan waktu, selesainya spesifikasi AV2 menjadi pencapaian penting bagi industri teknologi. Standar baru ini membuka peluang untuk menghadirkan video berkualitas lebih tinggi dengan kebutuhan bandwidth yang lebih rendah.
Kemampuan tersebut semakin relevan karena konsumsi video terus meningkat setiap tahun. Konten 4K, 8K, VR, hingga layanan streaming interaktif membutuhkan teknologi kompresi yang semakin efisien.
Dengan efisiensi yang lebih baik, penyedia layanan dapat mengurangi penggunaan bandwidth sekaligus menjaga kualitas tayangan tetap tinggi. Pengguna pun dapat menikmati video dengan kualitas lebih baik tanpa harus mengandalkan koneksi internet yang sangat cepat.
Selain itu, status AV2 sebagai codec bebas royalti juga menjadi nilai tambah yang penting. Pengembang perangkat lunak, produsen perangkat keras, dan penyedia layanan dapat mengadopsinya tanpa harus membayar biaya lisensi.
Meski perjalanan menuju adopsi massal masih panjang, rampungnya spesifikasi AV2 menandai dimulainya era baru dalam teknologi kompresi video. Dalam beberapa tahun ke depan, codec ini berpotensi menjadi fondasi utama bagi distribusi video modern yang lebih efisien dan berkualitas tinggi.





Leave a Reply