Bungie Disebut Siapkan PHK Besar-besaran Karyawan

Bungie Disebut Siapkan PHK Besar-besaran Karyawan

Haberdenizli – Masa depan Bungie kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan mengenai potensi pemutusan hubungan kerja atau PHK dalam skala besar. Studio yang kini berada di bawah naungan Sony tersebut dikabarkan berpotensi memangkas hingga 50 persen tenaga kerjanya pada musim panas 2026.

Rumor ini mencuat di tengah ketidakpastian arah studio setelah Destiny 2 resmi menerima update terakhirnya. Di sisi lain, belum ada tanda-tanda bahwa Sony akan memberikan lampu hijau untuk pengembangan Destiny 3, sementara performa Marathon juga disebut belum memenuhi ekspektasi perusahaan.

“Baca Juga: Penjualan Devil May Cry 5 Mencapai Puncak Baru”

Informasi tersebut pertama kali disampaikan jurnalis Prancis, Sylvain Trinel, melalui akun media sosialnya. Ia mengaku mendapat informasi bahwa gelombang PHK besar sedang dipersiapkan dan dapat memengaruhi pegawai tetap maupun kontrak di Bungie.

Jika laporan tersebut terbukti benar, Bungie akan menjadi salah satu studio game terbesar yang terdampak gelombang restrukturisasi industri sepanjang tahun ini.

Laporan Sebut Lebih dari 400 Karyawan Bisa Terdampak

Menurut laporan Sylvain Trinel, setidaknya 50 persen tenaga kerja Bungie berpotensi terkena dampak PHK. Dengan jumlah pegawai yang diperkirakan mencapai sekitar 800 orang, angka tersebut berarti lebih dari 400 karyawan dapat kehilangan pekerjaan.

Meski demikian, hingga saat ini angka tersebut masih sebatas rumor dan belum mendapat konfirmasi resmi dari Bungie maupun Sony.

Jurnalis dan analis industri yang selama ini banyak meliput Bungie, Paul Tassi, juga ikut menanggapi rumor tersebut. Ia tidak ingin memastikan persentase PHK yang akan terjadi, tetapi mengakui bahwa pemangkasan karyawan dalam jumlah besar kemungkinan memang akan dilakukan.

Menurut Tassi, salah satu penyebabnya adalah tidak adanya proyek baru yang telah mendapat persetujuan untuk diproduksi.

Ia menyebut Bungie tidak memiliki proyek besar selain Marathon yang dapat menampung ratusan pengembang tambahan.

Situasi ini membuat banyak penggemar khawatir terhadap masa depan studio yang selama puluhan tahun dikenal sebagai pencipta Halo dan Destiny.

Destiny 2 Berakhir, Destiny 3 Belum Mendapat Lampu Hijau

Kondisi Bungie saat ini tidak lepas dari berakhirnya perjalanan Destiny 2. Pada Mei lalu, Bungie mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan pengembangan aktif Destiny 2 dan merilis update terakhir bertajuk Monument of Triumph pada Juni 2026. Meski server game tetap beroperasi, tidak akan ada lagi konten besar yang dirilis untuk game tersebut.

Keputusan itu memicu reaksi besar dari komunitas. Banyak penggemar berharap Bungie dan Sony segera mengembangkan Destiny 3. Bahkan, sebuah petisi daring yang meminta kelanjutan franchise tersebut berhasil mengumpulkan ratusan ribu dukungan.

Lonjakan jumlah pemain juga sempat terjadi saat update terakhir Destiny 2 dirilis. Tingginya antusiasme pemain membuat server game mengalami tekanan yang cukup besar pada hari peluncuran.

Namun hingga kini, belum ada indikasi bahwa Destiny 3 sedang dikembangkan. Menurut berbagai laporan, Bungie tidak memiliki proyek baru yang telah mendapat persetujuan dari Sony selain mendukung Marathon sebagai game live service utama mereka.

Performa Marathon Disebut Belum Penuhi Ekspektasi Sony

Selain berakhirnya Destiny 2, situasi Bungie juga dipengaruhi oleh performa Marathon. Game extraction shooter tersebut sebenarnya mendapat sambutan yang cukup baik dari sejumlah media dan kritikus. Namun secara komersial, performanya disebut belum memenuhi target yang diharapkan Sony.

Bloomberg sebelumnya juga melaporkan bahwa Sony tidak puas dengan tingkat penjualan dan keterlibatan pemain pada proyek-proyek Bungie.

Bahkan, Sony telah mencatat kerugian nilai atau impairment loss yang berkaitan dengan kinerja Bungie selama tahun fiskal terakhir.

Kondisi itu memunculkan spekulasi bahwa jumlah karyawan Bungie saat ini dianggap terlalu besar jika hanya berfokus pada pengembangan Marathon.

Sebagian analis menilai restrukturisasi menjadi langkah yang sulit dihindari apabila studio belum memiliki proyek baru yang dapat menopang operasional dalam jangka panjang.

Meski begitu, hingga kini Bungie masih belum memberikan pernyataan resmi terkait rumor PHK tersebut.

“Baca Juga: NVIDIA Hidupkan Kembali Dua GPU Akibat Krisis RAM Global”

Bungie Berpotensi Menyusul Gelombang PHK di Industri Game

Jika laporan mengenai PHK besar ini terbukti benar, Bungie akan menjadi nama terbaru dalam daftar panjang perusahaan game yang melakukan pemangkasan karyawan sepanjang 2026.

Industri game memang sedang menghadapi periode yang sulit. Sejumlah perusahaan besar telah melakukan restrukturisasi dan pengurangan tenaga kerja dalam beberapa bulan terakhir.

Ubisoft sebelumnya telah melepas ratusan pegawai di berbagai divisi. Sementara itu, Microsoft melalui Xbox juga dirumorkan sedang mempersiapkan gelombang PHK baru yang diperkirakan terjadi pada Juli mendatang.

Bungie sendiri sebenarnya sudah pernah melakukan pengurangan karyawan pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, jika angka 50 persen benar-benar terjadi, maka ini akan menjadi salah satu PHK terbesar dalam sejarah studio tersebut.

Untuk saat ini, seluruh informasi yang beredar masih berstatus rumor. Bungie dan Sony belum memberikan konfirmasi ataupun bantahan resmi.

Namun, di tengah berakhirnya era Destiny 2 dan ketidakpastian masa depan Marathon, perhatian komunitas kini tertuju pada langkah berikutnya yang akan diambil Bungie. Banyak penggemar berharap studio tersebut dapat melewati masa sulit ini dan kembali menemukan arah baru untuk mempertahankan posisinya sebagai salah satu nama besar di industri game.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *