Haberdenizli – Activision akhirnya memastikan bahwa seri Call of Duty berikutnya tidak lagi dikembangkan untuk PlayStation 4. Keputusan ini menandai berakhirnya dukungan franchise tersebut pada console generasi lama.
Setelah lebih dari satu dekade bertahan di PS4 dan Xbox One, Call of Duty kini sepenuhnya beralih ke hardware modern. Langkah tersebut sebenarnya sudah lama diprediksi oleh banyak pemain industri game.
PlayStation 4 pertama kali dirilis pada 2013 dan menjadi salah satu console paling sukses sepanjang sejarah. Selama bertahun-tahun, franchise Call of Duty menjadi salah satu seri terbesar di platform tersebut.
“Baca Juga: Take-Two Ungkap Alasan GTA 6 ke Console Dulu”
Namun, perkembangan teknologi game modern membuat hardware lama semakin sulit mengejar kebutuhan teknis terbaru. Karena itu, banyak pengembang mulai menghentikan dukungan untuk console generasi sebelumnya.
Keputusan Activision ini juga menjadi sinyal perubahan besar untuk franchise FPS tersebut. Seri Call of Duty berikutnya kemungkinan akan memanfaatkan kemampuan hardware generasi baru secara lebih maksimal.
Banyak pemain sebenarnya sudah memperkirakan transisi ini akan terjadi dalam waktu dekat. Namun, konfirmasi resmi tetap menjadi momen penting bagi komunitas PlayStation 4 dan Xbox One.
Activision Bantah Rumor Playtest di PlayStation 4
Konfirmasi tersebut sekaligus membantah rumor yang sempat ramai dibahas akhir pekan lalu. Sebelumnya, leaker bernama Alaix mengklaim bahwa Call of Duty baru sedang menjalani playtest di PlayStation 4.
Game tersebut untuk sementara disebut sebagai Modern Warfare 4 oleh komunitas. Rumor itu langsung memicu spekulasi bahwa Activision masih mempertahankan dukungan untuk console lawas.
Namun, Activision segera memberikan bantahan resmi melalui media sosial. Perusahaan menegaskan bahwa informasi mengenai playtest PS4 tersebut tidak benar.
Meski pernyataan resmi hanya menyebut PlayStation 4, banyak pihak menilai Xbox One juga akan ditinggalkan. Sangat kecil kemungkinan Activision mempertahankan satu platform generasi lama saja.
Karena itu, keputusan ini diperkirakan menjadi akhir dukungan Call of Duty untuk seluruh generasi PS4 dan Xbox One. Franchise tersebut kini tampaknya siap fokus penuh pada console modern dan PC.
Transisi seperti ini sebenarnya cukup umum terjadi pada industri game besar. Setelah beberapa tahun generasi baru berjalan, pengembang mulai meninggalkan hardware lama untuk memaksimalkan teknologi terbaru.
Call of Duty Baru Diperkirakan Fokus ke Hardware Modern
Dengan dihentikannya dukungan PS4 dan Xbox One, seri baru Call of Duty kemungkinan akan mengalami peningkatan teknis besar. Hardware generasi modern memberi ruang lebih luas bagi pengembang.
Microsoft dan Sony sendiri terus mendorong pengembangan game generasi terbaru dalam beberapa tahun terakhir. Banyak studio kini mulai memanfaatkan SSD cepat dan kemampuan grafis modern.
Bagi Activision, langkah ini memungkinkan pengembangan fitur yang lebih kompleks tanpa dibatasi hardware lama. Dunia game yang lebih besar dan performa stabil menjadi kemungkinan utama.
Selain itu, pengembang juga dapat meningkatkan kualitas visual dan sistem AI secara lebih maksimal. Banyak fitur modern sebelumnya harus dikurangi demi menjaga kompatibilitas PS4 dan Xbox One.
Komunitas Call of Duty sendiri terbagi dalam menanggapi keputusan ini. Sebagian pemain memahami alasan teknis di balik transisi tersebut.
Namun, ada juga pemain yang masih bertahan di console lama dan kecewa kehilangan dukungan. Basis pengguna PS4 dan Xbox One memang masih cukup besar hingga saat ini.
Meski begitu, tren industri menunjukkan semakin banyak game besar mulai meninggalkan generasi lama. Call of Duty kini menjadi salah satu franchise terbesar yang resmi mengambil langkah tersebut.
Reveal Resmi Game Baru Diperkirakan Hadir Musim Panas
Hingga saat ini, Activision masih belum mengumumkan nama resmi game Call of Duty terbaru. Namun, banyak rumor menyebut proyek tersebut berkaitan dengan seri Modern Warfare.
Pengungkapan resmi game diperkirakan akan dilakukan pada musim panas tahun ini. Banyak pengamat industri menilai Xbox Games Showcase bulan Juni menjadi kandidat paling kuat untuk acara reveal.
Sejak Activision berada di bawah naungan Microsoft, keterlibatan Xbox dalam promosi Call of Duty memang semakin besar. Karena itu, showcase Xbox dianggap tempat paling logis untuk pengumuman perdana.
Komunitas kini mulai menunggu detail lebih lanjut mengenai gameplay dan setting game baru tersebut. Banyak pemain berharap seri berikutnya membawa perubahan besar setelah transisi penuh ke generasi modern.
Selain itu, keputusan meninggalkan PS4 dan Xbox One juga memicu ekspektasi terhadap kualitas teknis game. Pemain berharap Activision mampu memanfaatkan hardware baru secara maksimal.
Hingga kini, detail resmi mengenai mode permainan dan fitur utama masih dirahasiakan. Namun, antusiasme komunitas tetap sangat tinggi menjelang pengumuman resminya.
“Baca Juga: Instinct MI350P Jadi GPU AI Murah Terbaru AMD”
Call of Duty Tak Lagi Rilis Day-One di Game Pass
Selain perubahan platform, Activision juga memastikan perubahan penting lain terkait distribusi game mereka. Seri Call of Duty mendatang tidak lagi akan hadir day-one di Xbox Game Pass Ultimate.
Pengumuman tersebut muncul bersamaan dengan kabar penurunan harga layanan gaming milik Xbox itu. Keputusan ini cukup mengejutkan karena sebelumnya banyak pemain berharap Call of Duty langsung masuk Game Pass saat rilis.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa Activision masih melihat Call of Duty sebagai produk premium dengan nilai penjualan besar. Franchise ini memang menjadi salah satu seri game paling menguntungkan di industri.
Meski berada di bawah Microsoft, Activision tampaknya belum ingin sepenuhnya mengubah strategi distribusi Call of Duty. Penjualan langsung kemungkinan masih menjadi prioritas utama perusahaan.
Untuk saat ini, fokus utama Activision tampaknya adalah memastikan transisi Call of Duty ke generasi baru berjalan lancar. Penghentian dukungan PS4 dan Xbox One menjadi bagian besar dari perubahan tersebut.
Dengan semakin dekatnya pengumuman resmi game baru, komunitas kini menunggu bagaimana masa depan franchise FPS terbesar itu akan dibentuk pada era hardware modern.





Leave a Reply