Haberdenizli – Tahun 2026 diprediksi akan dipenuhi peluncuran berbagai game baru dari beragam developer dan publisher. Salah satu judul yang paling banyak menarik perhatian gamer adalah Crimson Desert. Game open world ini dikembangkan oleh Pearl Abyss. Sejak pertama kali diperkenalkan, Crimson Desert langsung masuk daftar incaran banyak pemain. Skala dunia yang besar dan ambisi pengembang menjadi daya tarik utama. Game ini disebut membawa pendekatan open world yang sangat luas dan padat konten. Antusiasme terhadap Crimson Desert terus meningkat menjelang perilisannya. Namun, menariknya, tim pengembang justru kesulitan menjawab satu pertanyaan mendasar.
“Baca Juga: Trailer Live-action Resident Evil Requiem Resmi Dirilis”
Developer Kesulitan Menentukan Estimasi Durasi Bermain
Tim pengembang Crimson Desert mengaku kebingungan ketika ditanya soal durasi bermain. Hal tersebut terungkap dalam sebuah wawancara eksklusif di kanal YouTube milik Destin. Wawancara tersebut menghadirkan Will Powers sebagai perwakilan resmi tim. Will Powers menjabat sebagai PR Director Crimson Desert. Dalam sesi tersebut, ia mendapat pertanyaan mengenai estimasi waktu bermain game. Pertanyaan ini dianggap wajar mengingat Crimson Desert mengusung konsep open world. Namun, Powers menyatakan bahwa mustahil memberikan angka pasti. Ia menegaskan bahwa skala game ini terlalu besar untuk dihitung secara sederhana.
Map Luas dan Sistem Eksplorasi Jadi Alasan Utama
Menurut Will Powers, alasan utama sulitnya memperkirakan durasi bermain terletak pada desain dunianya. Crimson Desert memiliki peta yang sangat luas dengan banyak area yang bisa dijelajahi. Setiap wilayah dirancang dengan detail dan aktivitas berbeda. Pemain tidak hanya diarahkan mengikuti jalur tertentu. Eksplorasi bebas menjadi bagian inti dari pengalaman bermain. Powers menjelaskan bahwa pemain kemungkinan baru menyentuh permukaan dunia game. Masih banyak sistem dan konten yang tersembunyi di balik eksplorasi awal. Skala ini membuat setiap pemain berpotensi memiliki pengalaman bermain yang berbeda.
Konten Tambahan dan Sistem Kustomisasi Pasca Tamat
Will Powers juga menyoroti keberadaan sistem kustomisasi dalam Crimson Desert. Sistem ini tetap bisa dieksplorasi bahkan setelah pemain menyelesaikan game. Artinya, permainan tidak benar-benar berakhir saat cerita utama selesai. Pemain masih dapat menghabiskan waktu untuk mengembangkan karakter dan gaya bermain. Pendekatan ini menambah lapisan replayability yang signifikan. Developer ingin pemain terus menemukan hal baru setelah tamat. Hal inilah yang membuat durasi bermain semakin sulit diprediksi. Crimson Desert dirancang agar tidak hanya bergantung pada satu jalur permainan.
“Baca Juga: Redmi A7 Pro Disiapkan Xiaomi untuk Pasar Entry-Level”
Porsi Side Quest Dominan Dibandingkan Main Campaign
Powers mengungkap bahwa porsi cerita utama dalam Crimson Desert tergolong kecil. Sebagian besar konten justru diisi oleh berbagai side quest. Side quest tersebut dirancang untuk memperdalam dunia dan karakter. Pemain akan menemukan banyak aktivitas opsional di luar cerita utama. Untuk side quest saja, Powers memperkirakan pemain bisa menghabiskan waktu sekitar 50 jam. Durasi tersebut belum termasuk aktivitas kecil seperti memancing atau eksplorasi santai. Dengan struktur seperti ini, total waktu bermain bisa jauh lebih lama. Crimson Desert tampaknya menyasar pemain yang menikmati eksplorasi mendalam. Pendekatan ini menegaskan ambisi Pearl Abyss dalam menghadirkan open world berskala besar.





Leave a Reply