Grok Perbaiki Fitur Edit Gambar AI Setelah Kritik

Grok Perbaiki Fitur Edit Gambar AI Setelah Kritik

Haberdenizli – Platform media sosial X kembali memperketat kebijakan penggunaan Grok setelah menuai kontroversi besar. Fitur AI tersebut kini tidak lagi diizinkan mengedit gambar orang nyata menjadi berpakaian terbuka. Larangan ini mencakup pembuatan visual seperti bikini atau pakaian minim lainnya. Kebijakan baru berlaku untuk seluruh pengguna, termasuk akun berbayar. Pengumuman disampaikan melalui akun resmi @safety milik X. Perubahan ini muncul di tengah sorotan publik terhadap maraknya deepfake seksual tanpa persetujuan. Isu tersebut dinilai semakin mengkhawatirkan dalam beberapa waktu terakhir.

“Baca Juga: AI Bundle Radeon Segera Dirilis oleh AMD”

Sistem Teknologi Baru Diterapkan untuk Menutup Celah

X menyatakan pembatasan baru diterapkan melalui sistem teknologi tambahan. Sistem ini dirancang untuk mencegah manipulasi gambar orang nyata secara eksplisit. Sebelumnya, pembatasan hanya berlaku bagi pengguna gratis. Pada praktiknya, fitur tersebut masih dapat diakses melalui berbagai celah. Penggunaan di situs desktop maupun aplikasi mobile masih memungkinkan. Pembaruan terbaru diklaim telah menutup celah tersebut. Setidaknya, pembatasan kini berlaku pada akun Grok di platform X. Pihak perusahaan menyebut langkah ini sebagai respons langsung atas penyalahgunaan yang meluas.

Lonjakan Deepfake Nonkonsensual Jadi Pemicu Utama

Kontroversi Grok mencuat seiring laporan maraknya pembuatan deepfake seksual. Dalam satu laporan, jumlah gambar semacam itu disebut mencapai ribuan setiap jam. Korban mayoritas adalah perempuan, bahkan termasuk anak-anak. Konten tersebut dibuat tanpa persetujuan subjek yang bersangkutan. Fenomena ini memicu kecaman luas dari publik dan aktivis perlindungan digital. Tekanan terhadap X dan pengembang Grok pun meningkat tajam. Situasi ini menjadi latar belakang utama perubahan kebijakan. Publik menuntut langkah tegas dari penyedia platform teknologi.

Pemblokiran Fitur Berdasarkan Wilayah Mulai Diterapkan

Selain pembatasan global, X juga menerapkan pemblokiran berbasis wilayah. Fitur pembuatan gambar orang nyata dengan pakaian minim diblokir di negara tertentu. Inggris menjadi salah satu contoh penerapan kebijakan tersebut. Negara itu memiliki aturan yang mengkriminalkan deepfake nonkonsensual. Saat fitur dicoba di wilayah tersebut, Grok akan langsung menolak permintaan pengguna. Pemerintah Inggris menyambut langkah ini secara positif. Namun, regulator media Ofcom menegaskan penyelidikan resmi tetap berjalan. Di sisi lain, laporan menyebut pembatasan masih bisa dilewati dengan teknik perintah tertentu.

Dampak Kebijakan Grok hingga Indonesia

Isu Grok juga berdampak hingga Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Digital sempat memblokir akses Grok di dalam negeri. Langkah tersebut diambil karena maraknya konten kontroversial dan potensi penyalahgunaan. Hingga kini, belum ada kepastian apakah kebijakan baru X akan mengubah sikap pemerintah. Otoritas belum menyampaikan pernyataan lanjutan terkait pemblokiran tersebut. Di tingkat global, tekanan hukum terhadap X dan xAI terus meningkat. Di Amerika Serikat, jaksa agung California tengah menyelidiki perusahaan terkait. Sejumlah senator juga mendesak Apple dan Google meninjau keberadaan aplikasi X.

“Baca Juga: Mod Bully Online Dihentikan dan Dihapus Total”

Pernyataan Elon Musk dan Keraguan Publik

Elon Musk sebelumnya menyatakan penyalahgunaan Grok akan dikenai konsekuensi tegas. Ia menegaskan pengguna yang membuat konten ilegal akan diperlakukan seperti pelaku unggahan langsung. Musk juga membantah adanya pembuatan gambar telanjang anak melalui Grok. Meski demikian, perhatian publik kini tertuju pada efektivitas kebijakan baru. Banyak pihak meragukan pembatasan ini benar-benar menutup penyalahgunaan. Sebagian menilai kebijakan hanya menambah lapisan penghalang. Apakah langkah ini efektif atau mudah ditembus masih menjadi pertanyaan besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *