Haberdenizli – Franchise Resident Evil telah berkembang jauh sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1996. Dalam hampir tiga dekade perjalanannya, seri horor survival besutan Capcom tersebut tidak lagi berfokus pada peristiwa di Raccoon City yang menjadi titik awal kisahnya.
Seiring berjalannya waktu, pemain diajak menjelajahi berbagai lokasi di seluruh dunia. Mulai dari desa terpencil di Spanyol dalam Resident Evil 4, kota pesisir di Tiongkok dalam Resident Evil 6, hingga wilayah pedesaan yang mencekam di Eropa Timur pada seri-seri terbaru.
“Baca Juga: Silent Hill: Townfall Hadirkan Latar Baru di Inggris”
Meski game Resident Evil berikutnya kemungkinan masih membutuhkan waktu sebelum dirilis, sejumlah pernyataan dari pengembang mulai memunculkan spekulasi mengenai arah masa depan franchise tersebut.
Salah satu kemungkinan yang kini menarik perhatian penggemar adalah peluang hadirnya game Resident Evil dengan latar utama di Jepang, negara asal Capcom yang hingga kini belum pernah menjadi lokasi utama dalam seri utama Resident Evil.
Produser Resident Evil Requiem Bahas Kemungkinan Latar Jepang
Dalam sebuah wawancara dengan Futaman yang diterjemahkan oleh Automaton, Produser Resident Evil Requiem, Masato Kumazawa, dan Lead Game Designer, Kenji Fukasawa, membahas masa depan franchise tersebut.
Salah satu topik yang muncul adalah kemungkinan menjadikan Jepang sebagai lokasi utama dalam cerita Resident Evil di masa mendatang. Menurut Kumazawa, ide tersebut bukan sesuatu yang asing bagi tim pengembang.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar anggota tim Capcom yang mengembangkan Resident Evil berbasis di Jepang. Karena itu, tidak mengherankan jika gagasan menjadikan Jepang sebagai latar cerita pernah dipertimbangkan oleh banyak anggota tim.
Kumazawa mengungkapkan bahwa dirinya juga pernah memikirkan kemungkinan tersebut. Menurutnya, banyak penggemar Resident Evil di Jepang yang memiliki harapan serupa.
Pernyataan itu menjadi salah satu indikasi paling jelas sejauh ini bahwa Capcom tidak menutup kemungkinan untuk membawa franchise horor ikonik tersebut kembali ke akar budayanya sendiri.
Jepang Belum Pernah Menjadi Latar Utama Resident Evil
Meskipun dikembangkan oleh studio Jepang, sebagian besar game Resident Evil mengambil lokasi di luar Negeri Sakura. Sejak era Raccoon City hingga berbagai seri modern, cerita franchise ini lebih sering berfokus pada wilayah Amerika Serikat dan berbagai negara lain.
Pendekatan tersebut membuat Jepang menjadi salah satu lokasi yang paling sering dibicarakan oleh komunitas penggemar. Banyak pemain membayangkan bagaimana suasana horor Resident Evil jika dipadukan dengan lingkungan perkotaan maupun pedesaan khas Jepang.
Beragam elemen budaya lokal, arsitektur tradisional, legenda urban, hingga lokasi terpencil di Jepang dinilai memiliki potensi besar untuk menghadirkan pengalaman horor yang berbeda.
Menurut Kumazawa, meskipun Jepang belum pernah digunakan sebagai latar utama, peluang tersebut tetap terbuka untuk masa depan. Ia menyatakan bahwa suatu hari nanti ide tersebut bisa saja diwujudkan.
Pernyataan tersebut memberikan ruang bagi berbagai kemungkinan kreatif yang dapat dieksplorasi Capcom dalam pengembangan seri berikutnya.
Capcom Dinilai Mampu Menghadirkan Eksperimen Baru dalam Franchise
Sepanjang sejarah Resident Evil, Capcom beberapa kali mengambil langkah yang dianggap berisiko. Namun, sejumlah perubahan besar justru berhasil memperluas popularitas franchise tersebut.
Resident Evil 4 menjadi salah satu contoh transformasi yang sukses melalui perubahan sistem permainan dan latar cerita. Begitu pula Resident Evil 7 yang membawa sudut pandang orang pertama dan nuansa horor yang lebih intim.
Keberhasilan berbagai eksperimen tersebut menunjukkan bahwa Capcom tidak ragu untuk mencoba pendekatan baru ketika mengembangkan seri Resident Evil.
Menggunakan Jepang sebagai latar utama dapat menjadi salah satu langkah besar berikutnya. Selain menghadirkan suasana yang berbeda, pendekatan tersebut juga berpotensi memberikan identitas visual dan naratif yang unik dibandingkan seri-seri sebelumnya.
Bagi banyak penggemar, gagasan menjelajahi wilayah Jepang yang dipenuhi ancaman biologis dan misteri baru menjadi konsep yang menarik untuk diwujudkan.
“Baca Juga: Baseus Bowie MC2 Hadir dengan Baterai Hingga 55 Jam”
Karakter Lama dan Wajah Baru Berpeluang Hadir di Masa Depan
Selain membahas kemungkinan lokasi baru, wawancara tersebut juga memunculkan spekulasi mengenai karakter yang akan terlibat dalam game Resident Evil mendatang.
Sejumlah tokoh ikonik yang sudah lama tidak mendapatkan peran utama berpotensi kembali muncul. Nama-nama seperti Jill Valentine, Claire Redfield, Ada Wong, dan Chris Redfield masih menjadi karakter yang sangat populer di kalangan penggemar.
Kehadiran mereka dalam cerita yang berlatar Jepang tentu dapat menjadi daya tarik besar bagi pemain lama yang mengikuti perkembangan franchise sejak awal.
Namun, Capcom juga memiliki tradisi memperkenalkan protagonis baru dalam beberapa seri. Contohnya adalah Ethan Winters yang menjadi tokoh utama Resident Evil 7 dan Resident Evil Village.
Pada Resident Evil Requiem, Grace Ashcroft juga disebut sebagai salah satu karakter yang berpotensi memainkan peran penting dalam cerita baru.
Karena itu, tidak menutup kemungkinan game Resident Evil masa depan akan menggabungkan karakter veteran dengan wajah baru untuk menciptakan dinamika cerita yang segar.
Hingga saat ini Capcom belum mengumumkan secara resmi lokasi maupun karakter utama untuk proyek Resident Evil berikutnya. Namun, komentar dari tim pengembang menunjukkan bahwa Jepang merupakan salah satu ide yang serius dipertimbangkan. Jika akhirnya terwujud, keputusan tersebut berpotensi menjadi salah satu perubahan paling menarik dalam sejarah panjang franchise Resident Evil yang telah berjalan hampir 30 tahun.





Leave a Reply