Meta Akhiri Horizon Worlds di Tengah Lesunya Metaverse

Meta Akhiri Horizon Worlds di Tengah Lesunya Metaverse

Haberdenizli – Meta mengumumkan akan menutup platform Horizon Worlds versi realitas virtual dalam waktu dekat. Aplikasi tersebut akan dihapus dari Quest Store pada akhir Maret 2026. Selanjutnya, layanan VR sepenuhnya dihentikan pada 15 Juni 2026. Setelah itu, Horizon Worlds hanya tersedia sebagai aplikasi mandiri di perangkat seluler.

Pengumuman ini disampaikan melalui blog komunitas resmi Meta. Perusahaan menyatakan langkah tersebut diambil untuk memisahkan fokus pengembangan platform. Horizon Worlds akan diarahkan menjadi pengalaman khusus bagi pengguna mobile. Kebijakan ini menandai perubahan besar dalam strategi Meta terhadap metaverse.

“Baca Juga: HP Lipat Apple Masuk Produksi, Gunakan Layar Samsung”

Metaverse Gagal Diminati, Kalah oleh Tren Kecerdasan Buatan

Keputusan ini mencerminkan menurunnya minat industri terhadap konsep metaverse. Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi ini kalah populer dibandingkan kecerdasan buatan. AI yang dipelopori perusahaan seperti Nvidia dan OpenAI kini mendominasi perhatian global. Kondisi ini memengaruhi arah investasi dan pengembangan teknologi.

Horizon Worlds menjadi salah satu contoh platform metaverse yang kesulitan menarik pengguna. Meskipun diluncurkan dengan ambisi besar, adopsinya tetap terbatas. Publik masih menunjukkan sikap skeptis terhadap realitas virtual. Hal ini berdampak pada rendahnya jumlah pengguna aktif platform tersebut.

Horizon Worlds Gagal Capai Target Pengguna Sejak Diluncurkan

Platform ini pertama kali diluncurkan pada akhir 2021 sebagai jaringan sosial berbasis VR. Horizon Worlds memungkinkan pengguna berinteraksi melalui avatar dalam dunia virtual. Namun, jumlah pengguna aktif bulanan tidak pernah melampaui ratusan ribu. Angka tersebut jauh dari target ambisius Meta.

Meta kemudian meluncurkan versi mobile pada September 2023. Versi ini dirancang untuk menjangkau pengguna tanpa headset VR. Konsepnya menyerupai platform seperti Roblox dengan pendekatan sosial interaktif. Meski demikian, upaya tersebut belum mampu meningkatkan adopsi secara signifikan.

Restrukturisasi Reality Labs dan Dampak pada Industri VR

Langkah penutupan ini terjadi setelah Meta melakukan pemutusan hubungan kerja besar-besaran. Lebih dari 1.000 karyawan di unit Reality Labs terdampak. Unit ini bertanggung jawab atas pengembangan metaverse dan teknologi VR. Restrukturisasi juga memengaruhi studio internal seperti Ouro Interactive.

Ouro Interactive didirikan pada 2023 untuk mengembangkan konten Horizon Worlds. Namun, perubahan strategi membuat proyek-proyek tersebut terhenti. Keputusan ini menunjukkan evaluasi besar terhadap investasi di sektor VR. Meta kini lebih selektif dalam mengalokasikan sumber daya teknologi.

“Baca Juga: Magnetic Turbo 2 Hadir, Charger 50W Sekaligus Pendingin”

Kerugian Besar Dorong Meta Fokus ke Pengembangan AI

Metaverse menjadi investasi besar bagi Meta sejak perubahan nama dari Facebook pada 2021. CEO Mark Zuckerberg sebelumnya menyebut metaverse sebagai masa depan perusahaan. Ia menargetkan miliaran pengguna dan ekosistem ekonomi digital besar. Namun, realisasi target tersebut tidak berjalan sesuai harapan.

Reality Labs mencatat kerugian operasional sebesar 6,02 miliar dolar AS pada kuartal keempat 2025. Kerugian ini memperkuat keputusan untuk mengubah strategi. Meta kini mengalihkan fokus ke pengembangan kecerdasan buatan. Pergeseran ini mencerminkan perubahan tren industri teknologi global.

Ke depan, Meta diperkirakan akan memperkuat posisi di sektor AI. Sementara itu, ambisi besar di metaverse mulai dikurangi secara bertahap. Keputusan ini menandai babak baru dalam arah bisnis perusahaan teknologi tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *