Perempuan RI Jadi Simpanan Perwira Malaysia

Perempuan RI Jadi Simpanan Perwira Malaysia

Haberdenizli – Perempuan RI Jadi Simpanan Perwira Malaysia Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi Malaysia (MACC) menangkap seorang perempuan asal Indonesia dalam penggerebekan sindikat penyelundup narkoba pada Rabu, 13 Agustus 2025. Penangkapan dilakukan di kawasan Lembah Klang pukul 06.30 waktu setempat dalam operasi bertajuk Operasi Sohor.

Intelijen MACC bersama Satgas Antikorupsi telah memburu sindikat ini selama berbulan-bulan. Sindikat tersebut diduga dipimpin oleh perwira senior Angkatan Bersenjata Malaysia yang memanfaatkan jabatannya untuk melancarkan aksi penyelundupan.

“Baca Juga: Pria 22 Tahun Tewas Ditusuk 16 Kali dan Ditembak”

Laporan The Star pada Kamis, 14 Agustus 2025, menyebutkan bahwa lima perwira senior militer dan lima warga sipil ditangkap. Para tersangka berusia antara 30 hingga 55 tahun.

Perempuan WNI yang ditangkap tidak memiliki dokumen perjalanan sah. Sumber internal MACC menyebut ia diyakini sebagai wanita simpanan salah satu perwira militer yang kini menjadi target penyelidikan.

Operasi ini menandai langkah tegas MACC dalam membongkar keterlibatan aparat militer dalam jaringan kriminal lintas negara. Selain narkoba, sindikat ini diduga terlibat dalam penyelundupan berbagai barang ilegal dengan memanfaatkan jalur militer untuk menghindari deteksi.

Perwira Militer Malaysia Diduga Terlibat Sindikat Penyelundupan Rp19 Miliar Per Bulan

Meski banyak lembaga berwenang memantau dan menindak, kegiatan penyelundupan di Malaysia terus berlangsung. Sumber di Komisi Pemberantasan Korupsi Malaysia (MACC) mengungkap, beberapa perwira dan pensiunan militer yang seharusnya mengawasi justru terlibat dalam jaringan tersebut selama lima tahun terakhir.

Hasil investigasi awal menunjukkan para tersangka membocorkan informasi operasional militer kepada kelompok penyelundup. Informasi itu dimanfaatkan untuk mengangkut barang terlarang seperti narkoba, rokok, dan berbagai barang ilegal lain dari negara tetangga.

Nilai kegiatan penyelundupan ini diperkirakan mencapai RM5 juta atau sekitar Rp19 miliar setiap bulan. Para tersangka diduga menerima suap antara RM30.000 hingga RM50.000 untuk setiap perjalanan penyelundupan yang mereka fasilitasi.

“Baca Juga: Pembunuh Siti Amelia, Mulyana Divonis Hukuman Mati”

Penggerebekan terbaru, yang merupakan kelanjutan dari operasi pengawasan selama satu tahun, berhasil membongkar aktivitas tersebut. Tim gabungan menyita uang tunai lebih dari RM63.000, beberapa paket narkoba, alat timbang dan ukur, minuman beralkohol, serta replika senjata api dari lokasi yang menjadi target.

Temuan ini semakin menguatkan dugaan bahwa jaringan penyelundupan memiliki akses dan perlindungan dari pihak militer. MACC menegaskan akan melanjutkan penyelidikan untuk memastikan seluruh pihak yang terlibat, baik aktif maupun pensiunan, dapat dimintai pertanggungjawaban hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *