Haberdenizli – Sri Mulyani Indrawati akan mengajar di Blavatnik School of Government, Oxford University, mulai 2026. Blavatnik School adalah lembaga berbasis beasiswa yang fokus membina pemimpin global untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan publik di negara masing-masing. Keputusan ini memungkinkan mahasiswa dari lebih 60 negara belajar langsung dari pengalaman praktis seorang pembuat kebijakan ekonomi berpengaruh. Kehadiran Sri Mulyani diharapkan menambah dimensi nyata dalam pendidikan kepemimpinan global.
“Baca Juga: Kamboja Tutup Perbatasan dengan Thailand, Ketegangan Memanas”
Peran Sri Mulyani dalam Pendidikan Kepemimpinan Global
Sebagai pengajar dan fellow selama satu tahun, Sri Mulyani akan membimbing mahasiswa dan alumni melalui mentoring. Pertemuan dengan pemimpin global, serta eksplorasi metode inovatif dalam pemerintahan. Fokus utamanya adalah berbagi pengetahuan mengenai kebijakan ekonomi, reformasi fiskal, dan strategi pembangunan nasional. Aktivitas ini memberi mahasiswa kesempatan memahami praktik kepemimpinan nyata di tingkat nasional dan internasional. Serta menyiapkan mereka menghadapi tantangan publik yang kompleks.
Pengakuan Internasional dan Prestasi Profesional
Sri Mulyani adalah Menteri Keuangan pertama yang menjabat di bawah tiga Presiden Indonesia berturut-turut. Ia dianugerahi “Menteri Terbaik di Dunia” pada 2018 dan masuk dalam daftar The World’s 100 Most Powerful Women versi Forbes 2022, di urutan ke-47. Sebelumnya, ia menjabat Managing Director Bank Dunia (2010–2016) dan Kepala LPEM FEUI pada 1998. Pengalaman luas ini membuatnya menjadi sumber pengetahuan strategis untuk mahasiswa yang ingin memahami pengelolaan ekonomi dan kebijakan fiskal global, serta inspirasi kepemimpinan bagi generasi muda.
Latar Belakang Pendidikan dan Kehidupan Awal
Sri Mulyani lahir di Lampung pada 26 Agustus 1962, sebagai anak ketujuh dari pasangan Prof. Satmoko dan Prof. Retno Sriningsih Satmoko, kedua orang tua guru besar di Universitas Negeri Semarang. Ia menempuh pendidikan menengah di SMP Negeri 2 Bandar Lampung dan SMA Negeri 3 Semarang, dikenal cerdas dan sering menjadi juara kelas. Ia kemudian memilih jurusan Ekonomi Program Studi Pembangunan di Universitas Indonesia, lulus S1 terbaik pada 1986, dan melanjutkan pendidikan Master of Science di Policy Economics, University of Illinois Urbana-Champaign.
“Baca Juga: Apple Siapkan Smart Glasses dengan Chip Apple Watch”
Dampak bagi Mahasiswa dan Kepemimpinan Publik
Kehadiran Sri Mulyani di Blavatnik School memberi kesempatan bagi mahasiswa memahami secara langsung tantangan kebijakan ekonomi dan strategi pembangunan. Mereka dapat belajar dari pengalaman nyata seorang pembuat kebijakan yang mengelola ekonomi negara besar dan memiliki pengalaman internasional. Program ini juga memperkuat jaringan global bagi peserta, membuka peluang kolaborasi internasional, dan menekankan pentingnya kepemimpinan adaptif, transparan, serta inovatif dalam pelayanan publik. Dengan bergabungnya Sri Mulyani, Blavatnik School menegaskan posisinya sebagai pusat pendidikan bagi pemimpin masa depan.





Leave a Reply