Haberdenizli – Game State of Decay 3 pertama kali diumumkan pada Xbox Games Showcase 2020. Namun, pengembang mengungkap fakta mengejutkan di balik pengumuman tersebut.
Philip Holt dari Undead Labs menyebut bahwa saat trailer dirilis, game ini masih sebatas konsep. Bahkan, proyek tersebut masih berada dalam bentuk dokumen awal.
“Baca Juga: Sistem Gacha Endfield Akan Diperbarui Dev”
Tim pengembang saat itu juga sangat kecil, hanya sekitar empat hingga lima orang. Trailer yang ditampilkan ternyata hanya berupa pre-render, bukan gameplay asli. Hal ini menjelaskan mengapa ekspektasi awal tidak langsung diikuti perkembangan signifikan.
Trailer Awal Hanya Konsep, Bukan Gameplay Sebenarnya
Banyak penggemar sempat mengira game ini akan menjadi judul awal untuk Xbox Series X. Namun kenyataannya, pengembangan serius belum dimulai saat trailer pertama dirilis.
Trailer tersebut dibuat untuk memperkenalkan visi awal proyek. Elemen visual yang ditampilkan belum mencerminkan kondisi game sebenarnya.
Pendekatan ini cukup umum dalam industri game. Namun, dalam kasus ini, jarak antara konsep dan pengembangan nyata cukup jauh. Hal tersebut memengaruhi ekspektasi komunitas.
Konsep Rusa Zombie Dibatalkan dari Versi Final
Salah satu elemen paling menarik dari trailer awal adalah kemunculan rusa zombie. Konsep ini sempat menjadi sorotan dan memicu antusiasme penggemar.
Namun, Holt memastikan bahwa elemen tersebut tidak akan hadir di versi final. Ide tersebut dibatalkan saat pengembangan mulai berjalan.
Perubahan ini terlihat dari teaser berikutnya yang tidak lagi menampilkan hewan zombie. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari penyesuaian konsep.
Meski begitu, beberapa elemen lain dari trailer awal tetap dipertahankan. Pengembang berusaha menjaga sebagian visi awal proyek.
Jeda Empat Tahun Terjadi karena Minimnya Progres Awal
Holt juga menjelaskan alasan lamanya jeda antar pembaruan. Terdapat sekitar empat tahun tanpa informasi signifikan setelah trailer pertama.
Hal ini terjadi karena belum ada perkembangan yang cukup untuk ditampilkan. Tim pengembang belum memulai produksi secara penuh saat itu.
Situasi ini membuat komunikasi dengan publik menjadi terbatas. Pengembang memilih menunggu hingga proyek memiliki bentuk yang lebih jelas.
“Baca Juga: Motorola Umumkan Moto G Stylus dan Moto Pad 2026″
Fokus pada State of Decay 2 Tunda Pengembangan Sekuel
Pada periode awal, sebagian besar tim masih fokus pada State of Decay 2. Pengembangan game tersebut masih menjadi prioritas utama.
Pengembangan State of Decay 3 baru berjalan serius setelah tim diperluas. Lebih banyak developer kemudian bergabung untuk menangani berbagai aspek produksi.
Proses ini mencakup programming, desain, dan penulisan cerita. Dengan bertambahnya sumber daya, proyek mulai menunjukkan perkembangan yang lebih nyata.
Ke depan, penggemar kini memiliki gambaran lebih jelas mengenai perjalanan panjang game ini. Transparansi dari pengembang membantu menjelaskan alasan di balik penantian panjang tersebut.





Leave a Reply