Haberdenizli – Dalam beberapa hari terakhir, komunitas gamer Indonesia ramai membahas ketidaksesuaian rating game di Steam. Label rating dari Indonesia Game Rating System atau IGRS dinilai tidak akurat pada sejumlah judul. Isu ini cepat menyebar di media sosial dan forum komunitas. Banyak pemain mempertanyakan keandalan sistem rating yang ditampilkan. Situasi ini memicu perhatian dari berbagai pihak terkait.
“Baca Juga: Alasan State of Decay 3 Belum Rilis Diungkap”
Komdigi Sebut Terjadi Miskomunikasi dengan Pihak Platform
Menanggapi polemik tersebut, Komdigi memberikan klarifikasi resmi kepada publik. Mereka menyebut masalah ini terjadi akibat miskomunikasi dengan pihak platform. Selain itu, terdapat kesalahan dalam proses implementasi rating di sistem. Komdigi juga menyampaikan permintaan maaf atas kebingungan yang terjadi. Penjelasan ini justru menimbulkan pertanyaan baru di kalangan gamer.
Sejumlah pengguna mempertanyakan kesiapan sistem sebelum diterapkan secara luas. Di sisi lain, transparansi komunikasi antara regulator dan platform menjadi sorotan utama. Ke depan, perbaikan koordinasi dinilai penting agar kebijakan yang diterapkan tidak menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat, khususnya komunitas gamer di Indonesia.
Steam Jelaskan Bug Teknis dan Kesalahan Implementasi Rating
Melalui FAQ terbaru di situs resminya, Steam akhirnya memberikan penjelasan terkait insiden ini. Mereka mengungkap adanya bug teknis yang memengaruhi sistem penilaian. Selain itu, miskomunikasi dalam penerapan data juga turut berkontribusi. Kombinasi kedua faktor tersebut menyebabkan munculnya rating yang tidak sesuai. Hal ini berdampak pada banyak game yang tampil dengan label keliru.
Rating Salah Tampil Sementara pada 2 hingga 5 April 2026
Steam menjelaskan bahwa masalah ini hanya terjadi dalam periode terbatas. Label rating yang tidak akurat muncul antara tanggal 2 hingga 5 April 2026. Setelah menyadari kesalahan tersebut, pihak platform segera mengambil tindakan. Mereka menghapus sementara seluruh label rating untuk mencegah kebingungan lebih lanjut. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga kepercayaan pengguna.
“Baca Juga: State of Decay 3 Terlambat, Ini Penjelasan Dev”
Valve Minta Maaf dan Siapkan Sistem Rating yang Lebih Akurat
Valve menyatakan telah bekerja sama dengan Komdigi selama lebih dari dua tahun. Kerja sama ini bertujuan membangun sistem rating sesuai regulasi IGRS. Sistem tersebut menggunakan data dari developer untuk menentukan klasifikasi usia. Namun, implementasi awal masih menghadapi kendala teknis. Valve pun meminta maaf kepada pengguna di Indonesia atas insiden ini. Mereka memastikan proses pengembangan masih berlanjut sebelum sistem diterapkan secara penuh.
Valve juga menegaskan komitmennya untuk memperbaiki sistem agar lebih akurat dan sesuai dengan regulasi lokal. Selain itu, mereka akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan implementasi berjalan lancar. Dengan perbaikan bertahap, Valve berharap dapat meningkatkan kepercayaan pengguna serta menghadirkan pengalaman yang lebih baik di platform Steam.





Leave a Reply